Ngaso #13: Futsal Agustusan

tenaga kerja asing

Alhamdulillah, per 17 Agustus 2016 lalu, Indonesia sudah terhitung merdeka selama 71 tahun. Masyarakat khidmat. Masyarakat bergembira. Di satu waktu, semua menundukkan kepala mengenang jasa para pahlawan. Di masa yang lain, suasana semarak dengan lomba-lomba.

Meski ada saja, kelompok masyarakat yang anti-demokrasi, yang mengimpor ideologi dari luar negeri, yang merasa jengah dengan nasionalisme, malu-malu badut saat diminta tolong menyemarakkan lomba-lomba. Tapi kok, kebakaran jenggot pas tempo hari kelompoknya mau dibekukan. “Tidak, kok. Kami tidak anti-pancasila,” kata mereka dengan gaya pengecut.

Sementara itu, Minggu (21/8) lalu, pemukiman Cak Ri Cs menutup semua perhelatan agustusan dengan jalan sehat. Pada malamnya, sedulur di Warkop Mas ngobrol-ngobrol dikit tentang kegiatan lomba-lomba yang dilaksanakan selama Agustus ini. “Yang aneh itu RT 2. Masak, pas final futsal remaja, Bapak-Bapaknya di pinggir lapangan ikut-ikutan panas mau ngelurug lapangan? Hanya karena salah satu pemain tim lawan dari RT 3 dianggap main kasar. Iki Bapak-Bapak cap opo?” keluh Cak Gonggong, warga RT 1.

“Betul. Sakjane, aku ndeloke yo isin. Tapi ape tak nasehati iku kok yo mereka banyak dan kompak untuk mengintimidasi,” imbuh Wak Kopleh, warga RT 2. “Meski akhire, ya saya juga yang memberi mereka pengertian sehingga lebih tenang,” terang dia kemudian.

“Padahal, anak muda, di lapangan futsal, saling tenggor, saling tekling dikit-dikit, saling berteriak sampai mengumpat, kan ya biasa. Namanya, anak muda. Asal tidak adu jotos, ya lumrah,” lha kok, Saragun yang rumahnya di RT 3 ikut nambahi. “Untung Bapak-Bapak RT 3 kemarin itu gak banyak yang nonton. Coba kalau yang nonton banyak, bisa ajdi besar konfliknya. Semacam konflik di tim-tim PSSI pada masa lampau,” ujar dia.

“Bahkan, pas jalan sehat tadi, aku dengar, Yu Naning, mau melabrak Dik Jeki. Kenapa? Karena Jeki, arek RT 3 iku, nenggor anake sampek sikile abuh. Lha wong anake lho, mau yo isok melu jalan sehat dengan segar bugar. Sementara Jeki, tak delok rodok jengglang. Iki yo opo tho kerape. Wong tuwek kok mbencongi ngono,” Cak Ri, warga RT 4 ikut geregetan. “Hush! Ojok nggowo-nggowo bencong! Ngkuk justru bencongi sing tersinggung,” sela Cak Gonggong.

RT 2 akhirnya menang tanding Futsal antar RT dalam satu RW. Kebetulan, di pemukiman yang punya satu RW itu, ada 4 RT. Selain futsal, terdapat lomba-lomba lain. Yakni, tenis meja ganda campuran, voli campuran (satu tim, tiga laki-laki, tiga perempuan), dan balap karung. Yang suhunya “memanas” memang cuma tanding futsal itu.

“Tapi ya, Alhamdulillah. Kawan-kawan sekalian ternyata dasar. Kalau yang berlebihan itu Bapak-Bapak dari RT 2. Padahal, salah satu dari kita juga warga RT 2. Artinya, kita bisa berpikiran terbuka.

Saya lihat sih, ini soal kedewasaan. Masio rambutnya putih, isok ae jik koyok arek cilik. Lha wong Bapak-Bapak di tepi lapangan itu sebenarnya untuk ngadem-ngademi, kok. Lha malah, mau ikut masuk ke lapangan untuk misuh-misuhi kekancan arek-arek RT 3. Kebacut tenan! Malih arek-arek kan yo down.

Di satu sisi, disayangkan juga, supporter RT 3 pas iku gak akeh. Di sisi lain, yo Alhamdulillah juga. Kalau banyak, mungkin malah tawuran,” demikian analisis Mas Jo. Yang menutup pembahasan tentang futsal Agustusan. Topik lantas berpindah, tentang harga rokok yang diisukan bakal melonjak tajam. Yaa salam!

BACA JUGA:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here