Dapur Nubi, Terinspirasi Masakan Mama

Dicoba, dicoba, dicoba, maknyam nyam

Berita Surabaya – Dulur Gresik bernama panggung Yanuarita Kusuma melebarkan sayap di dunia bisnis. Gadis yang lagi berdo’a agar jadi pengajar ulung dan jadi istri sholehah ini lagi buka usaha kuliner. Namanya, Dapur Nubi. Dengan tagline: Kelezatan Masakan Ibu. “Karena orang selalu ingin makan masakan Ibu. Masakan rumahan selalu terbaik,” kata dia.

Ya, ada benarnya juga sih. Tapi ya, gak semuanya tepat. Paling tidak, Ibu saya kurang pandai memasak. Dan saya justru kangen masakan ayah.

Apa saja menunya? Nasi Rendang dan Nasi Tongkol. Rendange empuk, Rek. Koyok nok warung-warung padang sing enak-enak joss iku lho! Yo mesti ae. Mosok rendang onoke neng bakul pecel! Yo, mungkin ae sih jane.

hembok.... rendange ngawe-ngawe njawuk dinyam-nyam
hembok…. rendange ngawe-ngawe njawuk dinyam-nyam

Sementara iwak tongkole, berasak banget bumbune! Segone? Putih! Punel. Legit. Dipangan rodok anget ngunu, mbok…. Nggarai luwe.

Ndelok iki bengi-bengi, diringi kicauan burung malam, waduh dik. tak tuku sego sadukan sik, gawe ngganjel weteng sementara!
Ndelok iki bengi-bengi, diringi kicauan burung malam, waduh dik. tak tuku sego sadukan sik, gawe ngganjel weteng sementara!

Inspirasi utama kenapa dua produk ini dipilih sebagai andalan Dapur Nubi adalah karena keduanya masakan favorit keluarga perempuan yang akrab disapa Ayik itu. Di sini terlihat, falsafah lokal (domestic) di keluarga, dibawa lebih “mengglobal” ke luar rumah. Ini menarik! Karena pada satu titik, lokal dan global itu sejajar. Yang membedakan hanya perspektif.

Rendang, sering dijadikan jamuan untuk acara hari besar maupun acara tertentu yang mengundang banyak tamu. Alhamdulillah, mendapatkan komentar positif dari para tamu dan saudara yang menikmati Rendang itu.

Kemudian, Tongkol Lombok Ijo, terinspirasi dari warga Gresik yang hobi memasak ikan pindang lombok ijo. Dari situ, Ayik mengembangkan lagi bagaimana caranya agar ikan yang dimasak tidak anyir dan tetap mengeluarkan rasa ikan yang khas. Sehingga dipilih ikan Tongkol putih yang konon mengandung banyak manfaat bagi penyantapnya, tidak anyir dan tidak pahit.

“Alasan lain, seiring menjamurnya masakan masakan jepang yang dimodifikasi secara apik dengan packaging yang menarik. Itu memacu Dapur Nubi untuk mengangkat masakan Indonesia, supaya juga tidak ditinggalkan oleh para masyarakat,” kata Ayik.

Ini soal nasionalisme, Rek. Nasionalisme!

Packaging yang juga kekinian. Kalau sebelumnya masakan Indonesia ditaroh di kotak disebutnya nasi kotak. Sekarang nih jamannya orang mau praktis. Jadi dipilihlah bowl nasi yang simple, cantik dan kekinian sehingga para penikmatnya nggak perlu ribet bawa kotakan gede. Dulur, untuk keterangan lebih lanjut, masuk website ini http://dapurnubi.blogspot.co.id/. Onok harga-hargane sak sembarang kalire. Selamat menikmati!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here