Home Ngaso

Ngaso

Ngaso adalah rubrik sketsa kehidupan sehari-hari warga Kota Surabaya. Tokoh-tokohnya membicarakan topik populer tapi dalam lingkup keluarga dan masyarakat.

#1. Bermain Kupu-kupu

Mulai hari ini, tiap Senin pertama dan ketiga saban bulan, rubrik Ngaso akan menyuguhkan cerita Seri Pengelana: Safar Batutah. Cerita-cerita seputar pengembaraan lelaki asal Tulung Agung yang sempat kuliah dan bekerja di Surabaya ini siap menghibur. Waktu itu Safar kecil...
tenaga kerja asing

Ngaso #14: Ojok Salah Gumbul

Kiranya benar ungkapan, burung dengan bulu yang sama terbang bareng, berkawan dengan pandai besi baju akan bau sangit, berteman dengan tukang parfum badan akan harum. Hal itu disampaikan oleh Wak Kopleh. Satu pesan calon haji yang mau berangkat pakai...
tenaga kerja asing

Ngaso #12: Bayi Aktif

Entah ada angin apa, Wak Kopleh pagi itu sambang ke rumah Cak Ri. Kebetulan, Cak Ri, Ning Tin, dan Jojo lagi asyik main di halaman ciut muka rumah. “Lha, Jojo sudah bisa jalan, tho?” Wak Kopleh bertanya, padahal sudah...

Ngaso #15: Selamat Haji

Cak Ri Cs sejatinya menyesalkan ceramah pada Jumat malam, waktu tasyakuran menjelang naik haji yang disuarakan Wak Kopleh. Betapa tidak, seharusnya momen itu dijadikan sarana pria paro baya tersebut untuk sekadar meminta maaf pada para tetangga. Lhah dalah, kok...

Ngaso #11: Olimpiade dan Surat Buat Presiden

Cak Ri dan kawan-kawan di Warkop Mas Jo nestapa. Pasalnya, Olimpiade Rio 2016 tidak disiarkan dengan memuaskan di layar televisi. Mereka tidak paham, apakah di TV berlangganan, tayangan yang dimaksud disiarkan atau tidak. Yang jelas, di TV mereka, pahlawan...

#6. Jadi Turis di Vietnam

Di masa akhir perkuliahan, sewaktu deadline skripsi menjadi hantu, Safar Batutah jalan-jalan ke Thailand dan Vietnam. Ada sebuah catatan penting baginya. Bahwa backpacking, bukan sesuatu yang mudah-mudah dan enak-enak. Meski tetap saja san selalu: sangat menyenangkan baginya. Dulu, dia pernah...

Ngaso #2: Poligami

Malam itu, habis isya, setelah Jojo tidur angkler, Cak Ri minta izin istri untuk cangkruk di warkop depan gang masuk kampung. Dalihnya, untuk silaturahmi dengan para tetangga. Cak Ri sendiri sebenarnya mengaku, seduhan kopi paling nikmat itu ya buatan...
tenaga kerja asing

Ngaso #5: Nriman

Bagi Cak Ri, hidup itu kudu nriman. Menerima segala yang diberikan Tuhan. Tidak kemaruk. Tidak suka protes, apalagi mengeluh. Apapun itu, diterima sebisa mungkin apa adanya, dengan ikhlas. Memang, fitrah manusia memiliki hawa nafsu. Dan hawa nafsu, yang konon harus...
tenaga kerja asing

Ngaso #3: Teraweh Ngebut

Habis pulang teraweh, Cak Ri mampir warkop. Mau ngopi sebentar barang setengah jam. Baru pulang dan ngaji barang sejuz. Seperti biasa, tujuan cangkruk Cak Ri di warkop depan pemukiman hanyalah agar bisa bersosialisasi. Sebab, selama beberapa hari Ramadan ini,...
tenaga kerja asing

Ngaso #22: Ucapan Natal

Hiruk-pikuk di sekitar natal tak hanya soal cemara atau film “Home Alone” yang sudah entah berapa ratus kali diputar di televisi. Belakangan, atau juga mungkin sudah sejak lama, perdebatan soal halal-haram mengucapkan natal di kalangan muslim ikut jadi isu...

NGASO

#8. Cerpen tentang Homoseks

Dalam perjalanannya berkeliling dunia, menjelajah setidaknya empat benua dalam tiga tahun belakangan, tak ada satu pun kolega dari luar negeri yang suka iseng bertanya...

PALING DIBACA