Home Ngaso

Ngaso

Ngaso adalah rubrik sketsa kehidupan sehari-hari warga Kota Surabaya. Tokoh-tokohnya membicarakan topik populer tapi dalam lingkup keluarga dan masyarakat.

#3. Dunia Mengelilingiku

Sejak duduk di bangku kuliah, Safar Batutah berkenalan dengan sebuah website backpacking internasional. Couchsurfing. Dari sana, dia makin terinspirasi untuk berkeliling dunia. Sejak duduk di bangku kuliah, dia sudah menjelajah Indonesia. Tidak ada satu weekend pun yang dijalankannya di Surabaya. Ya, setidaknya,...
tenaga kerja asing

Ngaso #10: Tanjung Balai, Makam Fiktif, dan Do’a untuk Negeri

Isu-isu negatif yang bergentayangan di media massa sungguh menyesakkan dada. Cak Ri dan konco-konco cangkruk di Warkop Mas Jo merasa sedih. Walaupun mereka di Surabaya, tetap menaruh perhatian pada saudara-saudara di Tanjung Balai yang sempat ada problem horizontal, maupun...
tenaga kerja asing

Ngaso #22: Ucapan Natal

Hiruk-pikuk di sekitar natal tak hanya soal cemara atau film “Home Alone” yang sudah entah berapa ratus kali diputar di televisi. Belakangan, atau juga mungkin sudah sejak lama, perdebatan soal halal-haram mengucapkan natal di kalangan muslim ikut jadi isu...

Ngaso #2: Poligami

Malam itu, habis isya, setelah Jojo tidur angkler, Cak Ri minta izin istri untuk cangkruk di warkop depan gang masuk kampung. Dalihnya, untuk silaturahmi dengan para tetangga. Cak Ri sendiri sebenarnya mengaku, seduhan kopi paling nikmat itu ya buatan...
tenaga kerja asing

Ngaso #19: Kemeruh

Jadi orang tidak boleh sok tahu. Apalagi, sok pintar dan sok alim. Sudahlah, jadi orang biasa saja. Urus urusan yang diketahui saja. Kalau tak paham tapi suka njeplak, jadinya bakal runyam. Demikianlah yang disampaikan Wak Kopleh yang baru naik...

Ngaso #7: Kota Autopilot

Minggu siang (10/7), Cak Ri kedatangan tamu: adik ipar. Pemuda berusia 22 tahun yang baru dua semester belajar di jurusan ilmu politik itu bernama Sidul. Oleh karena Ning Tin sedang sibuk memberi makan Jojo yang kadang rewel ogah makan,...
tenaga kerja asing

Ngaso #12: Bayi Aktif

Entah ada angin apa, Wak Kopleh pagi itu sambang ke rumah Cak Ri. Kebetulan, Cak Ri, Ning Tin, dan Jojo lagi asyik main di halaman ciut muka rumah. “Lha, Jojo sudah bisa jalan, tho?” Wak Kopleh bertanya, padahal sudah...

#6. Jadi Turis di Vietnam

Di masa akhir perkuliahan, sewaktu deadline skripsi menjadi hantu, Safar Batutah jalan-jalan ke Thailand dan Vietnam. Ada sebuah catatan penting baginya. Bahwa backpacking, bukan sesuatu yang mudah-mudah dan enak-enak. Meski tetap saja san selalu: sangat menyenangkan baginya. Dulu, dia pernah...

#7. Traktir Teman ke Bali

Safar Batutah lahir dari sepasang anak manusia yang berdomisili di Tulung Agung. Ayah dan Ibunya ingin anak tersebut menjadi pengelana islami layaknya Ibnu Batutah. Sayang, pengelananya iya, tapi Islaminya masih patut dipertanyakan. Bahwa Safar Batutah adalah orang Islam, itu tidak...

Ngaso #1: Rumah Baru

Cak Ri bahagia. Keinginannya untuk memiliki rumah sederhana terkabul. Dia baru saja membeli rumah baru. Memang, bukan dengan uang hasil memeras keringat sendiri. Tapi tetap saja, dia merasa ini berkah tak terkira. Moro-moro, seorang yang mengaku kerabat jauh tak dikenal...

NGASO

#8. Cerpen tentang Homoseks

Dalam perjalanannya berkeliling dunia, menjelajah setidaknya empat benua dalam tiga tahun belakangan, tak ada satu pun kolega dari luar negeri yang suka iseng bertanya...

PALING DIBACA