Belajar Kesetiaan Ala Bonek

Bonek Conference di Graha Pena, Surabaya Kamis siang (16/2), sumber: Jawa Pos

Supporter Persebaya yang biasa disebut Bonek bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda. Khususnya, di aspek bagaimana menjadi setia pada yang dicintai.

Bonek begitu sayang pada Persebaya. Bahkan, meskipun dalam beberapa tahun klub kesayangan itu “vakum”, rasa kasih dan rindu tak pernah pudar. Itulah cermin cinta sejati.

Tidak seperti seorang pemuda yang bilang cinta, tapi kemudian meninggalkan pasangannya hanya karena pasangan itu lagi sekolah atau bekerja di luar negeri. Bonek menunggu, sambil memperjuangkan Persebaya agar bisa bermain lagi.

Tidak seperti seorang bujang yang senang bekerja keras golek upo lantas melupakan pacar atau kewajibannya mencari pasangan hidup. Bonek tetap bekerja atau sekolah sehari-hari, namun tetap pula mereka memikirkan nasib Persebaya. Mereka terus menjaga semangat dan api cinta. Meski bertahun-tahun, klub pujaan hati mereka tak merumput. Bahkan beberapa kalangan sempat memberi cap pada Bonek sebagai: Supporter tanpa Tim Sepak Bola.

Mereka membuat acara-acara seperti buka puasa bersama, sahur bareng, bagi-bagi takjil, peringatan hari ulang tahun, menyambangi mess Karanggayam, membangun komunikasi internal/eksternal, demi menjaga eksistensi: memelihara kesetiaan!

Tidak seperti seorang pemudi yang meninggalkan kekasihnya hanya karena pemuda itu tidak bekerja. Bonek tak pernah meninggalkan Persebaya meskipun tim tersebut tidak bermain atau tidak terdaftar di list peserta turnamen manapun.

Tidak seperti lelaki yang dua tiga kali ditolak oleh calon mertua dan mutung, Bonek tak pernah lelah berdemonstrasi. Dan demonstrasi itu pun dilindungi Undang-Undang di negeri ini.

Sekarang, mereka memetik hasil. Persebaya sudah kembali. Kerja keras terbayar, meski tetap tak boleh sirna. Masih banyak, bahkan terlalu banyak, yang tetap mesti dibenahi.

Dalam Bonek Conference di Graha Pena, Surabaya Kamis siang (16/2), ada banyak ide segar yang digelontorkan dari Bonek untuk manajemen. Artinya, mereka tak pernah miskin gagasan untuk sesuatu yang dicintai.

Tak perlu jadi pecinta sepak bola, untuk belajar kesetiaan dari Bonek. Seperti halnya, kita tak perlu memiliki seseorang, untuk mencintainya. Glodak! #halah #opo seh!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here