Awardee LPDP Unair yang Selalu Sosialisasikan Manfaat Beasiswa

Suasana roadshow sosialisasi beasiswa LPDP. Foto: Rio F Rachman.

Berita Surabaya Komunitas Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Airlangga (Unair) sudah ada sejak 2014 lalu. Mereka adalah sekumpulan mahasiswa Program S2, S3, dan Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) peraih beasiswa LPDP yang hingga saat ini makin kompak. Kiprah mereka untuk mensosialisasikan pentingnya mengenyam pendidikan tinggi tak dapat dianggap remeh.

Selama ini, bersama teman-teman se-Jawa Timur, para mahasiswa Unair tersebut aktif ikut roadshow sosialisasi beasiswa LPDP. Mereka pernah ikut ke Kediri, Malang,  Madura dan lain sebagainya. Selain di kota-kota tersebut, Roadshow juga kerap dilaksanakan di Surabaya. Baik di kampus maupun pas ada event pameran pendidikan di hotel atau pusat bisnis dan perbelanjaan.

Secara umum, yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah cara memperoleh beasiswa LPDP. Lebih dari itu, dikemukakan pula peran penting pendidikan tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bangsa dan negara maju di dunia ini, memposisikan pendidikan sebagai panglima tertinggi dalam kehidupan. Bidang Iptek pun digarap secara serius. Hasilnya, SDM menjadi potensial dan sanggup membawa perubahan positif di masyarakat. Memang, bagi negara berkembang seperti Indonesia, butuh proses dan waktu yang tidak sedikit. Namun yang jelas, semua mesti dimulai sejak sekarang.

Selain roadshow bersama kawan-kawan se-Jawa Timur, Awardee LPDP Unair juga kerap melakukan pertemuan rutin untuk membahas program kerja ke depan. Salah satu yang akan dikerjakan dalam waktu dekat adalah menerbitkan buku kumpulan esai. Isinya, cerita-cerita awardee untuk meraih beasiswa tersebut.

“Sekarang sudah masuk proses editing akhir. Mungkin sebulan lagi sudah diluncurkan ke publik,” kata pria asal Medan tersebut.

Suasana roadshow sosialisasi beasiswa LPDP. Foto: Rio F Rachman
Suasana roadshow sosialisasi beasiswa LPDP. Foto: Rio F Rachman

Yang menarik, baru-baru ini mereka berkoordinasi dengan pihak kampus. Khususnya, di rektorat dan perpustakaan. Tujuannya, menghidupkan schoolarship corner di perpustakaan.  Selama ini, sudah ada tempat-tempat yang jadi jujukan bertanya tentang beasiswa. Misalnya, terkait beasiswa ke Amerika di American Corner perpusatakaan lantai tiga.

Meski demikian, belum ada spot yang secara khusus membahas tentang semua program beasiswa.

“Kita bisa mulai dari beasiswa LPDP corner. Nanti bisa berkembang dan bersinergi dengan kawan-kawan Bidik Misi. Tidak menutup kemungkinan, dengan program beasiswa lainnya,” ujar Hamzah.

Per 1 Maret 2016, Awardee LPDP Unair sudah boleh menempati salah satu sudut perpusatakaan lantai 1 untuk mensosialisasikan beasiswa ini. Tiap Rabu, mereka melakukan semacam seminar di sana. Tujuannya, menyampaikan seluk-beluk beasiswa ini pada khalayak. Dalam sosialisasi yang terbuka untuk umum tersebut, mereka akan mengundang awardee dari kampus lain.

“Animo mahasiswa yang datang ke tempat kami cukup banyak,” ujar dia.

Pihak perpustakaan membuka tangan selebar-lebarnya. Termasuk, mempersilakan mereka memakai ruangan lain yang lebih besar. Khususnya, sehubungan dengan event pertemuan yang butuh space luas.

“Secara prinsip, kami mendukung dan siap memfasilitasi kegiatan mahasiswa. Yang penting, ada komunikasi dan koordinasi yang baik. Apalagi, saya yakin kawan-kawan penerima beasiswa LPDP ini berkomitmen untuk memberi sumbangsih bagi pendidikan,” kata Kepala Perpustakaan Unair Prof I Made Narsa, Dr., SE., M.Si., Ak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here