Ayo Rek Lawan Diabetes!

diabetes
Dari kiri, Prof. dr. Agung, Dyah Erti (perwakilan Kemenkes), dan Ridwan Zalie (brand manager Diabetasol).

Berita Surabaya – Rek, ngerti gak nek ternyata angka kematian akibat diabetes iku terus munggah lho! Gak percoyo? Berdasarkan Riskesdas alias Riset Kesehatan Dasar pada 2007, angka kematian diabetes mundak dari 5,7 persen menjadi 6,9 persen atau sekitar 9,1 jiwa.

Mbok, akeh temen yo?

Angka itu sesuai dengan estimasi International Diabetes Federation (IDF) 2015 yang menyatakan bahwa penyandang Diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta jiwa.

Nah, jika kita tidak melakukan apa-apa, diperkirakan pada tahun 2040, penyandang diabetes akan mencapai 16,2 juta jiwa! Itu hampir dua kali lipatnya, Rek!

Jangan dianggap remeh, lho. Diabetes saat ini sudah menjadi pembunuh nomor tiga di Indonesia (6,7%) merujuk pada data Sample Registration Survey (SRS) 2014.Melebihi penyakit menular seperti Tuberkulosis, Malaria dan Diare. Hiiii!

Karena itu, PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan menggalang Gerakan Indonesia Lawan Diabetes. “Kami akan saling bahu membahu dalam menggalang Gerakan Indonesia Lawan Diabetes,” kata Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk.

Ongkie Tedjasurja selaku Direktur Kalbe Nutritionals menambahkan, Indonesia Lawan Diabetes merupakan program kemitraan antara PT Kalbe Farma Tbk dengan Kementrian Kesehatan. Bentuknya berupa seminar edukasi diabetes, baik kepada masyarakat awam maupun tenaga medis.

Selain itu, gerakan tersebut juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam 50.000 aksi #IndonesiaLawanDiabetes”. Dengan mengangkat tema Post Meal Glucose Management (manajemen lonjakan gula setelah makan), seminar edukasi tenaga medis akan diadakan di 5 kota besar di Indonesia dengan mengutamakan dokter umum, ahli gizi, perawat dan apoteker.

Sementara edukasi untuk awam akan berjalan di lebih dari 43 kota di seluruh Indonesia. Makane, ojok sampek koen ketinggalan, Rek. Penting iki!

Seminar ini juga mengangkat topik obesitas sebagai faktor risiko yang bisa menyebabkan diabetes. Misalnya, kegemukan dan obesitas digabungkan dengan kurangnya aktivitas fisik, bisa berkontribusi terbesar terhadap penyakit diabetes secara global.

Bukane meden-medeni yo, tapi berdasarkan data WHO (2014), 90% dari perkiraan 422 juta penyandang Diabetes di seluruh dunia, menderita diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Data Riskesdas 2013 juga menunjukkan bahwa 2 dari 3 orang penyandang diabetes, tidak menyadari bahwa dirinya menderita diabetes.

Ini yang menjadi salah satu misi dari Gerakan Indonesia Lawan Diabetes. Bahwa dengan melakukan perubahan gaya hidup dan deteksi dini, penyakit diabetes bisa dicegah dan hal ini sejalan dengan misi Kementrian Kesehatan tahun ini untuk Cegah, Obati dan Lawan Diabetes! Wani!

diabetes
Seremoni Peresmian Indonesia Lawan Diabetes bersama Kemenkes.

Nah, selain gerakan, Kalbe Farma juga berinovasi. Perusahaan pelat merah tersebut melansir aplikasi digital Diabetes Solution Center dengan 4 fitur:

Diabetes Diary, yang mampu melakukan monitoring kadar gula darah yang dilengkapi fitur pengingat dan alarm;

Ask the Expert yaitu konsultasi online dengan ahli Diabetes;

Tips and Information seputar Diabetes;

Delivery Service untuk kenyamanan berbelanja yang lebih praktis dengan layanan antar 1×24 jam serta menerima manfaat sebagai anggota Kalbe Family.

Aplikasi ini dapat diunduh di play store maupun application store pada smart phone atau diakses lewat www.diabetessolution.co.id. PT Kalbe Farma Tbkdan Kementrian Kesehatan, bersama-sama melakukan sosialisasi penggunaan applikasi ini baik kepada praktisi medis maupun masyarakat pada umumnya.

Nah, Kalbe Farma Tbk yang berulang tahun ke-50 juga melansir microsite www.indonesialawandiabetes.com untuk menampung 50.000 aksi #IndonesiaLawanDiabetes. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan posting foto aksi cek gula darah, aksi olahraga secara rutin atau aksi pola makan 3J (Jadwal, Jumlah dan Jenis).

Seluruh aksi yang terkumpul hingga World Diabetes Day bulan November 2016 akan dikonversi menjadi bentuk dukungan berupa cek darah dan pangan nutrisi untuk didonasikan kepada layanan kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki prevalensi diabetes tinggi. Top!

Sarah Sechan sebagai figur masa dan juru bicara untuk Gerakan Indonesia Lawan Diabetes mengangkat pentingnya gaya hidup sehat.

“Kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan dan olahraga secara teratur, bisa menjauhkan kita dari berbagai risiko kerugian. Saya sendiri tidak menderita diabetes tapi menjalankan diet dengan teratur. Bukan hanya untuk menjaga penampilan, tetapi sebagai tindakan preventif,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here