Asyiknya Sekolah di S2 Pengkajian Amerika FIB UGM

sumber: pixabay

Rek, sedulur sedanten rahimakumullah, pernah dengar tentang S2 Pengkajian Amerika ala Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada? Jurusan ini bisa dijadikan tempat studi lanjut para lulusan S1 Sastra Inggris maupun S1 Pendidikan Bahasa Inggris yang akan melanjutkan pendidikan di jenjang magister.

Lulusan S1 jurusan non English Department yang tertarik untuk mempelajari budaya Amerika juga bisa bergabung di program master Pengkajian Amerika UGM ini. Syarat utamane, yo peno kudu isok bahasa Inggris. Kerono, ada syarat toefl-toefl-an ngunu, Rek.

Di prodi ini mahasiswa dapat memilih salah satu dari tiga konsentrasi yang ditawarkan, yaitu sastra dan budaya, masyarakat dan budaya atau bahasa dan budaya Amerika. Untuk detail informasi tentang mata kuliah yang ditawarkan sesuai peminatan-peminatan tersebut bisa dilihat di http://americanstudies.fib.ugm.ac.id/main/.

Kebetulan saya mengambil peminatan masyarakat dan budaya Amerika. Saya mempelajari dan menganalisa aspek sosial, politik, ekonomi, agama dan hukum di kehidupan Amerika. Secara personal mata kuliah favorit saya adalah Budaya Populer Amerika serta Sejarah Amerika dan Pemikiran Amerika.

Tapi Rek, kecintaan saya pada reog Ponorogo, budaya mulutan, dan kultur javanesse lain, tetap tak luntur. Mempelajari budaya orang, tak berarti harus menanggalkan budaya sendiri, kan?!

Untuk Sejarah Amerika dan Pemikiran Amerika pada tahun 2015 pengajarnya adalah Bu Carla Jones yang merupakan dosen tamu dari University of Colorado Boulder, US. Byuh, mbois kan ya?!

Dari mata kuliah ini, saya menjadi tertarik terhadap hubungan saling mempengaruhi antara pemikiran dengan koteks budaya, sejarah dan politik di Amerika Serikat dan memberikan saya gagasan untuk menulis tesis tentang perbandingan pemikiran emansipasi perbudakan orang kulit hitam. Karena, fakta perbudakan ini sangat kontras dengan konsep American innocence yang dibanggakan oleh para intelektual kulit putih saat mereka membagun imej negara pada awal pembentukan Amerika Serikat.

Selama perkuliahan, mahasiswa didorong aktif bergabung di kegiatan dalam naungan ASSAA atau American Studies Student and Alumni Association. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain Roadshow, Charity Act, Seminar dan Thanksgiving Dinner. Didukung dengan jaringan dan kerjasama yang luas, kegiatan roadshow ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan seminar di luar negeri seperti di National University of Singapore  pada tahun 2015 dan Thammasat Univesity Thailand di tahun 2016.

Dalam seminar ini, mahasiswa mewakili UGM mempresentasikan makalah yang telah mereka tulis sesuai dengan tema seminar di depan para peserta yang berasal dari universitas lain. Selain roadshow, kegiatan rutin Program Studi Pengkajian Amerika lainnya adalah kegiatan Charity act atau Social act. Pada tahun 2015, kegiatan Charity Act dilaksanakan di salah satu Panti Asuhan di kaki Gunung Merapi, sedangkan pada tahun 2016 kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Atap Langit Yogyakata.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan pelatihan ketrampilan dan kesenian kepada adik-adik panti dengan tujuan untuk menanamkan nilai kemandirian serta memupuk rasa cinta terhadap seni dan budaya Indonesia.

Asyik ya, kegiatannya? Yuk mare lanjut.

Setiap tahunnya Seminar dan Thanksgiving Dinner mempunyai tema yang berbeda-beda. Pada tahun 2015 kedua kegiatan tersebut mengangkat tema Hippies Flower Generation yang populer pada tahun 1960an di Amerika Serikat, sedangkan pada tahun 2016 tema yang diusung adalah Gothic dan Death and Dying, sesuai dengan salah satu mata kuliah yang ditawarkan di prodi Pengkajian Amerika, sebagai topik seminar.

Thanksgiving dinner dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa dapat merasakan secara langsung salah satu kebudayaan khas Amerika serta memperkenalkan kebudayaan ini kepada masyarakat sekitar UGM.

Untuk syarat mendaftar prodi ini tidaklah terlalu rumit. Bahkan, ada yang bilang, lebih mudah daripada menikah. Lhah dalah!

Pada tahun 2015, saya melampirkan sertifikat TOEFL ITP, sertifikat PAPs UGM (masing-masing dengan skor minimal 500), surat rekomendasi dari dosen S1 dan beberapa berkas penunjang umum lainnya. Selain TOEFL, pendaftar juga bisa memakai sertifikat AcEPT UGM yang merupakan tes kemampuan Bahasa Inggris yang diadakan oleh Pusat Bahasa UGM. PAPs sendiri adalah tes kemampuan akademik yang diadakan oleh fakultas Psikologi UGM. Selain PAPs, pendaftar juga bisa menggunakan sertifikat TPA Bappenass.

Untuk detail informasi mengenai syarat pendaftaran bisa diakses melalui um.ugm.ac.id. Sertifikat TOEFL/AcEPT dan PAPs sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari sebab kedua sertifikat tersebut membutuhkan waktu cetak minimal dua minggu.

1 COMMENT

  1. Halo mbak ika, boleh minta kontak pribadi atau alamat emailnya tidak? Saya ingin bertanya lebih lanjut tentang s2 kajian amerika fib ugm. Terima kasih 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here